Selasa, 02 September 2014

Tugas mata Kuliah Evaluasi Pendidikan

Soal Mid Semester DIV Bidan Pendidik
1.       Buatlah tes objektif yang terdiri dari :
a.       30 item tes pilihan ganda
b.      30 item tes essay
c.       30 item tes untuk sikap
2.       Uraikan perbedaan tes, pengukuran, penilaian dan evaluasi
3.       Uraikan secara singkat 4 skala yang digunakandalam mengukur sikap siswa dan berikan contoh tes masing-masing skala tersebut!
4.       Uraikan secara singkat tujuan  dan fungsi evaluasi pendidikan
5.       Bagaimana menurut anda tentang eksistensi Ujian Akhir Nasional (UAN) yang pada hakikatnya hanya menilai aspek kognitif semata dan aspek afektif dan psikomotorik terabaikan?
Jawab
1.       Tes objektif
ü  30 item tes pilihan ganda
1)      Persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri, merupakan pengertian dari…
a.       Persalinan macet
b.      Persalinan lama
c.       Persalinan spontan
d.      Persalinan buatan
e.      Persalinan anjuran
2)      Pengertian persalinan prematuritas adalah…
a.       Persalinan sebalum usia 28-36 minggu
b.      Persalinan melampaui usia kehamilan 42 minggu
c.       Persalinan berlangsuung cepat kurang dari 3 jam
d.      Wanita yang pernah melahirkan bayi aterm sebanyak satu kali
e.      Wanita yang pernah melahirkan bayi aterm lebih dari 5 kali

3)      Apa yang dimaksud dengan dengan kala pengeluaran?
a.       Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks hingga  mencapai pembukaan lengkap (10 cm)
b.      Kala II dimulai dari pembukaan serviks 10 cm (lengkap) sampai dengan lahirnya bayi
c.       Kala III dimana kontraksi uterus berhenti sekitas 5-10 menit
d.      Kala dimana dilakukan observasi karena perdarahanpostpartum
e.      Kala yang dilakukan observasi pada 2 jam postpartum
4)      Sebab-sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas faktor yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. Apa sajakah yang mempengaruhi mulainya persalinan?
a.       Masuknya nutrisi ibu pada saat bersalin
b.      Persalinan dengan dibantu kekuatan dari luar
c.       Penurunan kadar progesterone, teori oxytosin, keregangan otot-otot, pengaruh janin, teori prostaglandin
d.      Ibu selalu berbaring miring ke kiri pada saat kontraksi
e.      Adanya nyeri hebat yang dirasakan oleh ibu
5)      His dikatakan adekuat apabila…
a.       2 x 10 menit durasi <20 detik
b.      2 x 10 menit durasi 20-40 detik
c.        3 x 10 menit durasi 20-40 detik
d.      4 x 10 menit durasi 20-40 detik
e.      4 x 10 menit durasi >40 detik
6)      Pencatatan pertograf dimulai pada pembukaan…
a.       Pembukaan 3
b.      Pembukaan 4
c.       Pembukaan 5
d.      Pembukaan 8
e.      Pembukaan lengkap
7)      Tujuan memberikan asuhan persalinan salah satunya untuk mengetahui kemajuan persalinan. Keadaan manakah yang menunjukkan bidan sedang mengetahui kemajuan persalinan?
a.       Bidan melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital
b.      Bidan menganjurkan ibu untuk makan dan minum
c.       Bidan meminta keluarganya untuk menemani ibu bersalin
d.      Bidan melakukan observasi persalinan menggunakan lembar partograf
e.      Bidan menyiapkan partus set
8)      Frekuensi denyut jantung janin normalnya adalah…
a.       100-140 kali per menit
b.      110-150 kali per menit
c.       120-160 kali per menit
d.      130-170 kali per menit
e.      140-170 kali per menit
9)      Pada saat dilakukan pemeriksaan vagina (vaginal touche) terdapat 10 komponen yang dinilai, diantaranya…
a.       Penipisan serviks, pembukaan serviks, selaput ketuban
b.      Penipisan serviks, pembukaan serviks tinggi fundus uteri
c.       Denyut jantung janin, moulage, pelepasan lendir darah
d.      Tekanan darah, selaput ketuban, penurunan
e.      Suhu rectal, pembukaan serviks, tinggi fundus uteri
10)   Tiga factor penting yang memegang peranan persalinan adalah…
a.       Pesan, passage, power
b.      Passage, power, passanger
c.       Pessage, passanger, prepare
d.      Pelvic, passanger, power
e.      Pesan, pelvic, power
11)   Agar ibu mempunyai power saat bersalin, maka tindakan yang dapat diberikan bidan adalah…
a.       Menganjurkan posisi terlentang
b.      Menyiapkan suasana kamar yang rapi
c.       Memberikan nutrisi dan cairan
d.      Memberikan obat-obatan yang merangsang persalinan
e.      Menjaga kenyamanan ibu
12)   Hal yang perlu diperhatikan pada saat  ketuban pecah adalah…
a.       Posisi ketuban, kepekaan cairan, banyaknya cairan ketuban
b.      Waktu ketuban pecah, posisi ketuban
c.       Warna ketuban, suhu cairan ketuban
d.      Warna cairan ketuban, kepekaan cairan ketuban, banyaknya cairan ketuban
e.      Semua salah
13)   Kelahiran kepala janin dengan bahu anterior macet di atas simpisis pubis dan tidak dapat masuk melalui pintu bawah panggul, bahu menjadi tidak dapat di gerakkan adalah pengertian dari…
a.       Distosia panggul
b.      Distosia bahu
c.       Distosia tenaga/his
d.      Distosia cepal
e.      Distosia tali pusat
14)   Pengertian dari retensio plasenta adalah…
a.       Plasenta belum lahir dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir
b.      Plasenta belum lahir dalam waktu 50 menit setelah bayi lahir
c.       Uterus tidak berkontraksi salam 15 detik setelah bayi lahir
d.      Uterus tidak berkontraksi salam 25 detik setelah bayi lahir
e.      Semua jawaban salah
15)   Derajat laserasi jalan lahir meliputi grade I-IV. Yang manakah yang merupakan wewenang bidan?
a.       Grade I & II
b.      Grade II & III
c.       Grade III & IV
d.      Grade I & IV
e.      Semua benar
16)   Laserasi Grade II meliputi…
a.       Mukosa vagina, fourchette posterior dan kulit perineum
b.      Mukosa vagina, fourchette posterior, kulit perineum, otot perineum, otot sfingter ani eksterna dan dinding rectum anterior
c.       Mukosa vagina, fourchette posterior, kulit perineum dan otot perineum
d.      Mukosa vagina, fourchette posterior, kulit perineum, otot perineum dan otot sfingter ani eksterna
17)   Untuk mengetahui adanya laserasi bagian manakah yang perlu diperiksa seorang bidan?
a.       Serviks, vagina, perineum
b.      Plasenta, membrane, dan korda umbilikalis
c.       Kandung kemih, uterus dan posisinya
d.      Simpisis pubis, kandung kemih dan uterus
e.      Uterus, jaringan fibrosa dan desidua
18)   Tiga factor penyebab kematian ibu (yang paling banyak) adalah…
a.       Hipertensi, anemia, asma
b.      Infeksi, perdarahan, eklamsia
c.       Alergi, malnutrisi, sinusitis
d.      Hipertensi, malnutrisi, alergi
e.      Infeksi, anemia, asma
19)   Berapa kali dilakukan pemantauan kala IV pada ibu bersalin?
a.       2 kali pada jam pertama, 2 kali pada jam kedua
b.      2 kali pada jam pertama, 4 kali pada jam kedua
c.       4 kali pada jam pertama, 2 kali pada jam kedua
d.      4 kali pada jam pertama, 4 kali pada jam kedua
e.      5 kali pada jam pertama, 2 kali pada jam kedua
20)   Kehilangan panas dari permukaan tubuh ke permukaan padat lain yang lebih dingin tanpa kontak langsung satu sama lain, tapi dalam kontak yang relative dekat disebut dengan…
a.       Radiasi
b.      Evaporasi
c.       Konveksi
d.      Konduksi
e.      Termogenik
21)   Setelah bayi lahir, apa seharusnya dilakukan antara ibu dan bayi ?
a.       IMD
b.      Bayi dimandikan setelah lahir
c.       Kepala bayi ditinggikan dari ibunya
d.      Dua jam post partum gawat gabung
e.      Bayi dirawat terpisah
22)   Dalam melakukan pertolongan persalinan, bidan harus mengetahui tahapan persalinan. Turun dan masuknya kepala janin ke bidang PAP secara berurutan meliputi…
a.       Sinklitismus, asinklitismus posterior, asinklitismus anterior
b.      Sinklitismus, asinklitismus anterior, asinklitismus posterior
c.       Asinklitismus anterior, sinklitismus,  asinklitismus posterior
d.      Asinklitismus posterior, Sinklitismus, asinklitismus anterior
e.      Sinklitismus, sinklitismus posterior, sinklitismus anterior
23)   Hal yang dilakukan bidan jika diketahui ibu bersalin mengalami kesempitan panggul adalah…
a.       Melakukan rujukan
b.       Melakukan pertolongan mandiri
c.       Menunggu sampai bayi lahir baru di rujuk
d.       Melakukan pertolongan persalinan di rumah
e.       Melakukan pertolongan seperti persalinan normal
24)   Dasar panggul gynecoid adalah bentuk panggul yang khas bagi wanita dan normal untuk dilalui bayi dengan mempunyai ciri…
a.       Bila diukur diameter sagitalis posterior hanya sedikit lebih pendek dari diameter sagitalis anterior dan pubis luas
b.      Diukur teraba segmen anterior lebar, sacrum melengkung, incisura ischiadica lebar
c.       Bila diukur diameter antero posterior dari PAP lebih besar dari diameter tranversa hingga bentuk PAP lonjong ke depan
d.      Bila diukur diameter sagitalis posterior jauh lebih pendek dari diameter sagitalis anterior
e.      Semua jawaban salah
25)   Agar ibu mempunyai power saat bersalin, maka tindakan yang dapat diberikan bidan adalah…
a.       Menganjurkan posisi terlentang
b.      Menyiapkan suasana kamar yang rapi
c.       Memberikan nutrisi dan cairan
d.      Memberikan obat-obatan yang merangsang persalinan
e.      Menjaga kenyamanan ibu
26)   Peristiwa manakah yang sesuai, untuk menunjukkann keadaan kesejahteraan janin mengalami gangguan?
a.       Ibu hamil, saat diperiksa oleh bidan diperoleh hasil EFW KMK
b.      Ibu hami, saat diperiksa oleh bidan, hisnya kurang adekuat
c.       Ibu hamil, saat dilakukan pemeriksaan oleh bidan diketahui UPL abnormal
d.      Ibu hamil mengatakan pada bidan bahwa ia sangat takut menghadapi persalinannya
e.      Ibu hamil mengatakan pada bidan bahwa ia selalu berasa ingin makan pada siang hari
27)   Diketahui Ibu inpartu, saat dilakukan pemeriksaan fisik oleh bidan, mengalami pembukaan serviks 4 cm, setelah 4 jam; kontraksi teratur (> 3 x/ 30” selama 10’). Berdasarkan hasil pemeriksaan bidan, maka diagnosa yang tepat adalah…
a.       Inpartu kala I fase aktif
b.      Inpartu kala I fase laten
c.       Persalinan palsu
d.      Inpartu fase laten memanjang
e.      Partus lama
28)   Bidan melakukan pengumpulan data. Merupakan penerapan manejeman varney pada langkah ke berapa?
a.       Satu
b.      Dua
c.       Tiga
d.      Empat
e.      Lima
29)   Bidan menganjurkan pada ibu untuk mengatur posisi yang nyaman selama persalinan. Hal tersebut merupakan kebutuhan…
a.       Kebutuhan fisik dan psikologis
b.      Kebutuhan primer
c.       Kebutuhan sekunder
d.      Kebutuhan mendesak
e.      Kebutuhan anatomi

30)    Peristiwa di bawah ini yang merupakan bentuk asuhan sayang ibu yaitu...
a.       Saat ibu inpartu, bidan menganjurkan pada keluarga untuk memberikan cairan dan nutrisi pada ibu bersalin
b.      Bidan melakukan tindakan kateterisasi secara rutin agar ibu bisa BAK
c.       Bidan melakukan enema pada setiap ibu inpartu
d.      Bidan melakukan pencukuran rambut pubis pada setiap ibu bersalin
e.      Bidan melakukan episiotomi
ü  30 item tes essay
1)      Jelaskan pengertian persalinan!
2)      Persalinan kala I dibagi menjadi 2 fase. Sebutkan fase tersebut dan jelaskan ciri-cirinya!
3)      Sebutkan cirri-ciri persalinan kala II!
4)      Sebutkan ciri-ciri persalinan kala III!
5)      Lima aspek benang merah dalam asuhan persalinan normal yang harus diperhatikan oleh bidan adalah asuhan sayang ibu, pencegahan infeksi, pengambilan keputusan klinik, pencatatan dan rujukan. Jelaskan secara singkat masing-masing dari 5 benang merah tersebut!
6)      Rujukan pada institusi yang tepat waktu, untuk mendapat asuhan yang dibutuhkan akan menyelamatkan nyawa ibu. Jelaskan secara singkat prinsip BAKSOKU pada rujukan!
7)      Apa yang dimaksud dengan passage, power dan passanger pada proses persalinan?
8)      Hal-hal apa saja yang bisa dipantau melalui lembar partograf?
9)      Apa saja yang perlu dipantau pada persalinan kala IV?
10)   Sebutkan 10 komponen VT!
11)   Uraikan tentang tanda gejala kala II dalam persalinan!
12)   Jelaskan secara singkat tentang mekanisme persalinan normal!
13)   Jelaskan perbedaan antara ekstensi dan ekspulsi pada mekanisme persalinan normal!
14)   Apa saja alat pelindung diri yang diperlukan bidan pada saat menolong persalinan?
15)   Sebutkan dan jelaskan tanda-tanda lepasnya plasenta!
16)   Kapan oksitocyn harus di suntikkan pada ibu?
17)   Menurut anda, apa yang akan terjadi seandainya oksitocyn telah disuntikkan padahal masih ada janin yang lain dalam uterus ibu? Uraikan.
18)   Apa yang dimaksud dengan atonia uteri?
19)   Sebutkan factor predisposisi dari atonia uteri!
20)   Rupture perineum terbagi atas 4 kategori, sebutkan dan jelaskan cirinya!
21)   Sebutkan langka-langkah penjahitan laserasi perineum atau luka episiotomi!
22)   Sebutkan ciri-ciri bayi lahir cukup bulan!
23)   Bandingkan mekanisme kehilangan panas tubuh bayi melalui evaporasi dan konduksi!
24)    Bandingkan mekanisme kehilangan panas tubuh bayi melalui konveksi dan radiasi!
25)   Sebutkan 3 aspek penilaian yang utama pada bayi baru lahir!
26)   Langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah kehilangan panas pada bayi baru lahir?
27)   Uraikan secara singkat tentang inisiasa menyusu dini (IMD)!
28)   Apa keuntungan pemberian ASI dini?
29)   Sebutkan tanda-tanda lepasnya plasenta!
30)   Uraikan secara singkat tentang partograf!
ü  Tes perbuatan
Tes perbuatan adalah tes yang diberikan dalam bentuk tugas-tugas. Pelaksanaannya dalam bentuk penampilan atau perbuatan (praktik pengalaman lapangan, praktek kerja lapangan, praktik olahraga, praktek laboratorium)
Untuk melaksanakan tes perbuatan perlu dipersiapkan 2 jenis
a.       Lembaran tugas (kerja) yang berisi deskripsi mengenai intruksi (petunjuk) yang jelas sehingga siswa mengetahui secara tepat apa yang akan dilaksenakan.
b.      Lembaran pengamatan (observasi) yang digunakan untuk menilai tingkah laku siswa selama proses pelaksanaan tugas sampai pada hasil yang dicapai.
2.       Perbedaan  tes, penilaian, pengukuran dan evaluasi
a.       Tes Istilah ini berasal dari bahasa latin “testum” yang berarti sebuah piringan atau jambangan dari tanah liat. Istilah ini dipergunakan dalam lapangan psikologi dan selanjutnya hanya dibatasi sampai metode psikologi, yaitu suatu cara untuk menyelidiki seseorang. Penyelidikan tersebut dilakukan mulai dari pemberian suatu tugas kepada seseorang atau untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Pada hakikatnya tes adalah suatu alat yang berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek perilaku tertentu. Dengan demikian, fungsi tes adalah sebagai alat ukur
b.      Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas “sesuatu”.Kata “sesuatu” bisa berarti peserta didik, guru, gedung sekolah, meja belajar, papan tulis, dll.  Dalam proses pengukuran tentu guru harus menggunakan alat ukur  (tes atau non tes). Alat ukur tersebut harus standar, yaitu memiliki derajat validitas dan reliabilitas yang tinggi
c.       Penilaian/ Assesment diartikan oleh stiggins sebagai penilaian proses, kemajuan, dan berhasil belajar siswa. Assesment merupakan penerapan berbagai cara dan ragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar seorang peserta didik
penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan berdasarkan kriteria dari pertimbangan tertentu. Kegiatan penilaian harus dapat memberikan informasi kepada guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya dan membantu peserta didik mencapai perkembangan belajarnya secara optimal
d.      Evaluasi Evaluasi adalah suatu proses bukan suatu hasil (produk). Hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah kualitas sesuatu, baik yang menyangkut tentang nilai atau arti, sedangkan kegiatan untuk sampai pada pemberian nilai dan arti itu adalah evaluasi. Membahas tentang evaluasi berarti mempelajari bagaimana proses pemberian pertimbangan mengenai kualitas sesuatu
Tujuan evaluasi adalah untuk menentukan kualitas sesuatu, terutama yang berkenaan dengan “nilai dan arti”
Pemberian nilai dilakukan apabila seorang evaluator memberikan pertimbangannya mengenai evaluan tanpa menghubungkannya dengan sesuatu yang bersifat dari luar. Jadi, pertimbangan yang diberikan sepenuhnya berdasarkan apa evaluan itu sendiri
Dalam proses evaluasi harus ada pemberian pertimbangan (judgement) yang merupakan konsep dasar dari evaluasi. Melalui pertimabangan inilah ditentukan nilai dan arti/makna dari sesuatu yang dievaluasi.
3.       Empat skala yang digunakan dalam mengukur sikap siswa
a.       Skala Likert
Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena pendidikan. Dalam skala Likert terdapat dua bentuk pernyataan yaitu pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur sikap positif, dan pernyataan negative yang berfungsi untuk mengukur sikap negative objek sikap
Skor pernyataan positif dimulai dari 1 untuk sangat tidak setuju (STS), 2 untuk tidak setuju (TS), 3 untuk ragu-ragu (RG), 4 untuk setuju (S), dan 5 untuk sangat setuju (SS). Sedangkan skor pernyataan negative dimulai dari 1 untuk sangat setuju (SS), 2 untuk setuju (S), 3 untuk ragu-ragu (RG), 4 untuk tidak setuju (TS), dan 5 untuk sangat tidak setuju (STS)


Contoh
Data tentang sikap mahasiswa dalam menyikapi kenaikan iuran BPP. Data diambil dari 150 responden
ü  SS           :               10 orang =  10 x 5 = 50
ü  ST           :               40 orang = 40 x 4 = 160
ü  RG          :               60 orang = 60 x 3 = 180
ü  TS           :               30 orang = 30 x 2 =   60
ü  STS         :               10 orang = 10 x 1 =  10

Jumlah skor tertinggi adalah 750. Total skor 460, maka dari itu tingkat persetujuan adalah 460/750 x 100 % = 61,3 %
b.      Skala Guttman
Yaitu skala yang menginginkan tipe jawaban tegas, seperti jawaban benar - salah, ya - tidak, pernah - tidak pernah, positif - negative, tinggi - rendah, baik - buruk, dan seterusnya. Pada skala Guttman, hanya ada dua interval, yaitu setuju dan tidak setuju.
Skala Guttman dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda maupun daftar checklist. Untuk jawaban positif seperti benar, ya, tinggi, baik, dan semacamnya diberi skor 1; sedangkan untuk jawaban negative seperti salah, tidak, rendah, buruk, dan semacamnya diberi skor 0.
Contoh 
Apakah anda setuju dengan kenaikan iuran BPP?
o   Setuju                                          
o   Tidak setuju
c.       Semantic differensial
Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya
Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.

Contoh
Menggunakan skala semantic differensial untuk menilai
Cantik
7
6
5
4
3
2
1
Tidak cantik
Bertanggung Jawab
7
6
5
4
3
2
1
Tidak Bertanggung Jawab
Jujur
7
6
5
4
3
2
1
Tidak jujur
Pintar
7
6
5
4
3
2
1
Tidak pintar
Disukai teman
7
6
5
4
3
2
1
Dibenci teman

d.      Rating Scale
Data-data skala yang diperoleh melalui tiga macam skala yang dikemukakan di atas adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Berbeda dengan rating scale, data yang diperoleh adalah data kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Seperti halnya skala lainnya, dalam rating scale responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan
Rating scale lebih fleksibel, tidak saja untuk mengukur sikap tetapi dapat juga digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lingkungan, seperti skala untuk mengukur status sosial, ekonomi, pengetahuan, kemampuan, dan lain-lain. Dalam rating scale, yang paling penting adalah kemampuan menterjemahkan alternative jawaban yang dipilih responden. Misalnya responden memilih jawaban angka 3, tetapi angka 3 oleh orang tertentu belum tentu sama dengan angka 3bagi orang lain yang juga memiliki jawaban angka 3.
Contoh
Kebersihan di STIKes Mega Rezky
5                      4                              3                              2                              1
Pelayanan di STIKes Mega Rezky
5                      4                              3                              2                              1                             

4.       Tujuan dan fungsi evaluasi pendidikan
Tujuan diadakannya evaluasi pendidikan pada umumnya terbagi atas 3, yaitu :
a.       Bagi siswa
Dengan diadakannya evaluasi atau penilaian maka siswa dapat mengetahui apakah hasil pekerjaannya memuaskan atau tidak
b.      Bagi guru
ü  Guru akan mengetahui siswa mana yang berhak melanjutkan dan mana tang tunda atau tinggal
ü  Guru akan mengetahui apakah materi yang di ajarkan suadah tepat atau belum
ü  Guru akan mengetahui apakah metode yang gunakan untuk mengajar sudah tepat atau belum
c.       Bagi sekolahan
ü  Sekolahan dapat mengetahui kondisi belajar yang ada di sekolahan sudah tepat atau belum
ü  Informasi dari guru tentang tepat tidaknya kurikulum sesuai tidaknya
ü  Informasi penilaian yang diperoleh dari tahun ketahun, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman
Sedangkan fungsi Evaluasi Pendidikan terdiri atas beberapa hal
a.       Evaluasi berfungsi selektif
Guru mempunyai cara untuk megadakan seleksi bagi calon siswa, untu memilih siswa naik tidaknya ke tingkat lanjut, untuk memilih siwa yang seharusnya dapat biasiswa, untuk memilih siswa yang berhak meninggalkan sekolah
b.      Evaluasi berfungsi diagnostic
Guru akan mengetahui kelemaha-kelemahan pada siswa dan tahu penyebabanya serta mengetahui bagaiman cara mengatasinya
c.       Evaluasi berfungsi sebagai penempatan
Guru dapat menmpatkan siswanya yang mempunyai kemempuan yang sama dan kelompok yang sama
d.      Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan
Hal ini bermaksud utuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu program.
Fungsi evaluasi dalam proses pengembangan sistem pendidikan dimaksud untuk:perbaikan sistem, pertanggung jawaban terhadap pemerintah dan masyarakat, penentuan tindak lanjut hasil pengembangan.
5.       Menurut saya, Ujian Nasional (UN) dilaksanakan dengan tujuan utama sebagai pengendalian mutu pendidikan. Sejumlah pengamat pendidikan yang menyetujui kebijakan penyelengaaraan UN menyatakan bahwa UN  merupakan alat untuk mengetahui gambaran prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik. Namun, pelaksanaan UN ternyata hanya bias digunakan untuk mengukur keberhasilan peserta didik dari sisi kognitif dan belum bias sepenuhnya mengukur dari sisi afektif dan psikomotik.
Menurut saya, ada baiknya UN tetap dilaksanakan, akan tetapi dengan system yang berbeda. Misalnya Dinas pendidikan setempat mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan apakah siswa layak untuk lulus UN atau tidak, dengan mempertimbangkan aspek psikomotorik dan afektif dari siswa yang bersangkutan.

Nama    : Putri Puspitasari
Kelas     : J
NIM       : 13 3145 301 385


Tidak ada komentar:

Posting Komentar